Sore itu aku mengikuti arah kemana mobil bututku menuju ke perkampungan dimana akan terbayang warna kuning keemasan bagai lautan emas. Terus kupacu karena berharap segera melihat lautan emas itu. Tak perduli panas menyengat karena itu semua akan hilang manakala terlihat hamparan kuning emas padi.......damai rasanya.
Kupelankan laju mobil bututku......seakan tak percaya,....astaga....mana hamparan emas itu,...nggak kutemukan...yang ada hamparan kehitaman,...hamparan gersang,....emas itu telh pergi....berubah menjadi lautan hitam dengan diliputi kecemasan petani sekitar karena serangan hama wereng.....astaga.........aku yang hanya mau melihat hamparan emas merasakan sanat kehilangan..........apalagi yang menanam...........
sangat meyedihkan,....penggunaan pestisida yang kurang bijak ternyata memacu sebaran hama ini, modifikasi banyak dilakukan oleh petani dari mulai penggunaan solar, olie bekas, obat nyamuk cair dst....bukan menurunkan populasi namun malah akan berubah jadi bom waktu dimasa akan datang....
Sabar petani,...sabar....sampai kapan???????????....sampai lahan kita rata dengan tanah, sampai anak-anakmu kelaparan, atau hanya menunggu raskin datang????????....
Pola perilaku harus kita rubah,...sulit memang karena merubah budaya,....namun jika tida diberikan kesadaran....sampai kapan.........???????
Penyuluhan pertanian diharapkan murni untuk memberikan wawasan untuk merubah pola petani menjadi lebih baik,...bukan di ikuti oleh promosi produk yang hanya menguntungkan sepihak, namun wawasan petani terabaikan....,
Saatnya berjuang demi petani,.............Ayo berikan terbaik buat petani kita
Melulosa,..melangkah bersama petani...
Kamis, 30 Juni 2011
Jumat, 08 April 2011
Gunakan Pestisida Nabati,..lebih aman...
PESTISIDA.........Kawan atau Lawan.....
Hama dan penyakit memang momok bagi petani.Setelah bersusah payah merawat tanaman mereka diakhir cerita mereka hanya menghela nafas panjang karena harapan mereka kandas karena tanaman terserang hama. Tahun 2010 baru saja berlalu, namun masih terlintas dibenak kita betapa hama wereng meluluh lantakkan padi kita di Grobogan, Sragen, Purworejo, Magelang, Klaten, dan masih banyak areal pertanian padi yang terkena....ironis.
Pembuatan Pestisda Nabati....aman dan ekonomis...
Hama dan penyakit memang momok bagi petani.Setelah bersusah payah merawat tanaman mereka diakhir cerita mereka hanya menghela nafas panjang karena harapan mereka kandas karena tanaman terserang hama. Tahun 2010 baru saja berlalu, namun masih terlintas dibenak kita betapa hama wereng meluluh lantakkan padi kita di Grobogan, Sragen, Purworejo, Magelang, Klaten, dan masih banyak areal pertanian padi yang terkena....ironis.
Penggunaan pestisida memang membantu petani di awalnya jika digunakan dengan bijaksana, namun karena penggunaan yang kurang tepat mengakibatkan banyak hama mengalami resistensi sehingga penggunaannya cenderung berlebihan. Resiko ini nampaknya yang harus diterima petani. Hama resisten, rejuvinasi, toksisitas tinggi, berkurangnya kenanekaragaman hayati dan masih banyak dampak bahaya lainnya.
Saya pernah bertanya pada petani di wilayah Pati dan Sragen sudah cukup lama (2009) karena merasa penasaran terhadap apa yang dilakukan petani pada padinya. Nampak daunnya agak kehitaman dengan kandungan minyak yang cukup banyak. Astaga.....ternyata petani tersebut menyemprot hama dengan menggunakan campuran Solar, oli bekas dan autan (anti nyamuk)....alhasil daun berminyak, secara fisiologis akan mengganggu proses metabolisme tanaman dan merusak struktur tanah, hama juga tidak menurun malah tambah merajalela.
Melalui blog ini, saya mengajak para petani menggunakan konsep PHT (pengendalian Hama Terpadu) bukan Pemberantasan Hama. Penggunaan bahan nabati seperti dedaunan sirsak, sirkaya, mimba, kamboja,brotowali, sere, tembakau dan lainnya untuk membuat pestisida nabati ternyata jauh lebih efektif untuk mengendalikan hama penyakit tanaman. Tanaman aman dari hama dan penyakit, tanaman dan tanah tidak teracuni, petani sendiri juga aman dari sisi kesehatan dan biaya lebih ekonomis.
Sudah saatnya kita memperhatikan kesehatan lingkungan, bukan sekedar memberantas hama tanapa memperhatikan kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.......AYOOOOOO, SIAPA IKUT BANTU SAYA......................
Pembuatan Pestisda Nabati....aman dan ekonomis...
Kamis, 24 Maret 2011
SRI.....System of Rice Intensification.......boleh di Plesetkan jadi SISTIM RODOK IRIT
Petani kita sangat mengenal dewi SRI yang konon adalah dewi yang menaungi kehidupan padi di sawah,...seiring dengan perkembangan jaman,dinamika pertanaman padi mulai berubah. Petani berharap mendapatkan hasil tinggi, alih-alih malah banyak yang merugi. Penggunaan pupuk kimia tanpa disadari malah membuat sawah-sawah petani merana, bantat, miskin hara dan kurang bahan organik justru kaya bahan kimia yang merugikan tanah sawah petani.Hasil penelitian Dinas Pertanian menyatakan bahwa kisaran bahan organik di Jawa Tengah dan Jawa Timur 1,8-2 %...sangat kecil dari nilai minimal kandungan 5% yang harus ada.
Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah seperti memberikan teknologi terbaru Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) hingga jajar legowo terus dilakukan. Akan tetapi merubah perilaku petani yang sudah mengakar kuat sangat sulit dilakukan. Canangan GO Organik tahun 2010 sudah dilakukan, bahkan diundur sampai 2013 untuk menyiapkan petani kita.
SRI (system of rice intensification) mencoba menunjukkan eksistensinya. Banyak demplot sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian di Indonesia dengan segala hasil dan potensinya. Di Jawa Tengah bahkan sudah dilakukan hampir diseluruh wilayah meskipun hanya split-split saja ukurannya, namun mampu memberikan gambaran bahwa sistem ini sangat baik untuk menolong petani kita.
![]() |
| Hasil Tanam Padi SRI di Purworejo |
Saya...Melulosa AS bersama dengan teman-teman seperjuangan berupaya peduli pada petani, meskipun dengan terseok-seok, banyak cercaan di mana-mana tetap melakukan sosialisasi sistem SRI ini. Hasilnya mampu mendongkrak hasil produski menjadi naik 50-100% dari biasanya. Di Jombang bahkan oleh Dinas Pertanian diplesetkan menjadi SISTEM RODOK IRIT untuk menarik petani agar melaksanakan sistim tanam ini. Saya bekerja sama dengan Dinas Pertanian berupaya sedikit demi sedikit untuk merubah budaya petani konvensional menjadi budaya petani modern yang berwawasan lingkungan.
AYO...SIAPA MAU IKUT>>>>>>>>>>>>>>>>>>>????????
Kamis, 17 Maret 2011
Alih Fungsi Lahan Pertanian Mengkhawatirkan
SAWAH KITA TERANCAM..................KETAHANAN PANGAN KITA JUGA TERANCAM
So simple.....Indonesia mengandalkan beras sebagai bahan makanan pokok utama, penduduk Indonesia sebagian besar mengandalkan bidang pertanian sebagai sumber pendapatan, namun saat ini keberadaan sawah kita semakin terancam dengan adanya banyak tekanan terhadap lahan sawah. Tekanan atas nama pembangunan, desakan ekonomi, perkembangan penduduk yang membutuhkan tempat tinggal, tingkat kebutuhan yang semakin meningkat sehingga mendesak petani untuk mengorbankan sawahnya beraralih keperuntukan lain.
Undang-Undang No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan merupakan titik terang kepedulian Pemerintah terhadap pertanian kita, namun sangat perlu diperhatikan adalah implementasinya belum terlihat jelas dan penegakan regulasi tersebut masih perlu ditingkatkan.
So simple.....Indonesia mengandalkan beras sebagai bahan makanan pokok utama, penduduk Indonesia sebagian besar mengandalkan bidang pertanian sebagai sumber pendapatan, namun saat ini keberadaan sawah kita semakin terancam dengan adanya banyak tekanan terhadap lahan sawah. Tekanan atas nama pembangunan, desakan ekonomi, perkembangan penduduk yang membutuhkan tempat tinggal, tingkat kebutuhan yang semakin meningkat sehingga mendesak petani untuk mengorbankan sawahnya beraralih keperuntukan lain.
Undang-Undang No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan merupakan titik terang kepedulian Pemerintah terhadap pertanian kita, namun sangat perlu diperhatikan adalah implementasinya belum terlihat jelas dan penegakan regulasi tersebut masih perlu ditingkatkan.
Penyampaian informasi dan penentuan luas lahan sawah berkelanjutan menjadi sangat wajib dan urgent untuk mendukung implementasi Regulasi tersebut.....Akankah sawah kita menjadi aman ataukah semakin menurun, ataukah sama saja......Tugas kita untuk membantu dalam implemnetasi Undang-Undang Tersebut jika kita masih ingin MAKAN NASI............
Jumat, 04 Maret 2011
Perjalanan mencoba memenuhi harapan petani
SALAM PEDULI PETANI
Kondisi pertanian di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi produksi yang cenderung menurun, peningkatan harga saprodi, maupun penurunan nilai jualnya.Kondisi ini disebabkan karena kerusakan lahan yang dipicu oleh penggunaan pupuk kimia dan pestisida berlebih yang tentu saja memerlukan perhatian yang serius.
Kepedulian ini diwujudkan dengan memberikan solusi/alternatif program/teknologi yang dapat meningkatkan wawasan petani sehingga mampu bertani lebih bijak dengan memperhatikan kondisi lingkungan.
Dimulai dari memberikan penyuluhan kepada para petani, pemberian pelatihan kepada petani, dan pendampingan langsung di lapangan.Perjalanan yang tanpa kenal lelah dilakukan untuk memberikan motovasi, penyuluhan, pelatihan langsung kepada petani.
Berharap kedepan petani dapat terpenuhi harapannya. Harapan mereka sebenarnya cukup simpel, petani hanya berharap menanam produksi tinggi, berkualitas, modal kecil, dan memiliki harga pasar yang tinggi.
Penerapan paket teknologi sederhana namun memberikan dampak nyata pada petani. SRI (system of Rice Intensification) atau di Jombang dikenal dengan Sistem Rodok Irit-nya terbukti memberikan produksi yang sangat tinggi dan aspek lingkungan menjadi lebih baik.
Meskipun sangat sulit untuk mengubah budaya petani, namun tetap harus kita laksanakan mulai sekarang>>>>jika kita ingin pertanian kita mampu menjamin ketahan pangan Indonesia>>>>>,...
Langganan:
Komentar (Atom)
