Kamis, 30 Juni 2011

Nestapa petani, akibat wereng

Sore itu aku mengikuti arah kemana mobil bututku menuju ke perkampungan dimana akan terbayang warna kuning keemasan bagai lautan emas. Terus kupacu karena berharap segera melihat lautan emas itu. Tak perduli panas menyengat karena itu semua akan hilang manakala terlihat hamparan kuning emas padi.......damai rasanya.

Kupelankan laju mobil bututku......seakan tak percaya,....astaga....mana hamparan emas itu,...nggak kutemukan...yang ada hamparan kehitaman,...hamparan gersang,....emas itu telh pergi....berubah menjadi lautan hitam dengan diliputi kecemasan petani sekitar karena serangan hama wereng.....astaga.........aku yang hanya mau melihat hamparan emas merasakan sanat kehilangan..........apalagi yang menanam...........

sangat meyedihkan,....penggunaan pestisida yang kurang bijak ternyata memacu sebaran hama ini,  modifikasi banyak dilakukan oleh petani dari mulai penggunaan solar, olie bekas, obat nyamuk cair dst....bukan menurunkan populasi namun malah akan berubah jadi bom waktu dimasa akan datang....

Sabar petani,...sabar....sampai kapan???????????....sampai lahan kita rata dengan tanah, sampai anak-anakmu kelaparan, atau hanya menunggu raskin datang????????....

Pola perilaku harus kita rubah,...sulit memang karena merubah budaya,....namun jika tida diberikan kesadaran....sampai kapan.........???????

Penyuluhan pertanian diharapkan murni untuk memberikan wawasan untuk merubah pola petani menjadi lebih baik,...bukan di ikuti oleh promosi produk yang hanya menguntungkan sepihak, namun wawasan petani terabaikan....,

Saatnya berjuang demi petani,.............Ayo berikan terbaik buat petani kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar